Siapa ya pengirimnya?!
Bagaimana mengenali pengirim email yang kita terima? Nampaknya sangat sulit melakukannya, namun bila masalah yang ditimbulkan serius, maka langkah penyidikan ala detektif konan dapat dilakukan sendiri.
Kasus: Seorang teman datang membawa masalah dari kantornya. Seseorang telah mengirimkan email ke hampir semua boss di perusahaannya. Isinya, menelanjangi seorang karyawan. Kasus ini makin membesar karena menyangkut pribadi seseorang yang dikaitkan dengan perusahaan. Keadaan semakin sulit karena Teman saya tersebut sempat memiliki masalah dengan karyawan yang menjadi topik “suret Kaleng” tersebut. Sehingga sementara ini dialah satu-satunya yang diindikasikan mengirim email tersebut.
Langkah satu : Minta forward-kan dan simpan email yang dimaksud.
Langkah kedua: Buka email dan tampilkan dengan mode full header sehingga email ditampilkan dengan lebuh lengkap (GMail : More Options > show original; Yahoo : full headers (terletak dibagian kanan-bawah)).
Langkah ketiga : Perhatikan dan catat nomer IP dibagian receive (GMail => identity=mailfrom; client-ip=xxx.xxx.xxx.xxx; Yahoo => Received: from [xxx.xxx.xxx.xxx] by web33104.mail.mud.yahoo.com).
Langkah keempat : Buka situs penterjemah nomer IP yang banyak tersedia, misalnya http://www.apnic.net/apnic-bin/whois.pl dan pada bagian search for ketikkan nomer IP yang tadi didapat lalu klik serach. Setelah menunggu sejenak, maka akan muncul data Internet Service Provider (ISP) lengkap dengan alamat dan kontak personnya.
Langkah kelima : Pergi dan bawa hasil penyidikan tsb ke ISP yang dimaksud. Mintalah keterangan lebih lanjut tentang pelanggan dengan memperlihatkan bukti berupa header dan hasil pelacakan. Biasabya pihak ISP meminta surat dari Kepolisian, bila masalah yang dihadapi serius, buatlah pengaduan ke Kepolisian. Dari ISp ini akan muncul data pengirim email tersebut, minimal akan lebih mengkerucutkan pada lingkup tersangka yang lebih kecil karena ISP memiliki LOG penggunaan internet. Bila ISP mengelak dengan alasan perlindungan pelanggan, maka tanggungjawab dapat diarahkan ke ISP tersebut, segeralah menghubungi pihak berwajib.
Lalu bagaimana bila pengirim menggunakan TelkomNET yang IP nya selalu berubah, Menggunakan seluler atau memanfaatkan warung internet? Jangan khawatir, segeralah menghubungi Telkom bila pengirim menggunakan TelkomNET, bahkan Telkom memiliki data yang lebih akurat, yaitu nomer yang digunakan untuk Dial-Up. Sama halnya bila pengirim menggunakan seluler, karena kartu seluler kan sudah wajib daftar. Nah bila menggunakan Warnet, tinggal adatang saja ke warnet dengan membawa bukti dari provider dan jangan lupa ajak Pak Pol, maka pemilik Warnet akan berkeringat….
Naaaahh kalau si pengirim melakukan pengalihan proxy ke luar negeri sebelum mengirimkan email, kan IP proxy bohongan itu yang ditangkep? atau si pengirim menggunakan fasilitas Hotspot gratis (ada ga ya di Indonesia?), gimana ngelacaknya? Sumpahin aja pengirimnya atau kutuk menjadi mouse biar diklik sepanjang masa. Gituu aja kok repot (Gus Dur).





