Mungkin kata windows merupakan kata yang “dibenci” oleh orang openSource. Saya pun coba “membenci” karena kemampuan kantong yang nggak cukup untuk beli Produk M$ yang legal. Sebenarnya saya tidak pro sana dan kotra sini, saya menggunakan software sesuai dengan kebutuhan saya. Kebetulan saya rada penasaran dengan opensource, sehingga setiap ada kesempatan belajar selalu berusaha ngoprek.

Karena pengguna baru opensource dan merupakan veteran pengguna Windows, maka kemampuan untuk memahami interface linux sangat kecil alis masih meraba-raba. Karena belum terbiasa dengan tampilan linux, maka eksplorasi linux saya lakukan di mesin Windows melalui jaringan. Tentunya butuh sebuah aplikasi bantu untuk dapat melakukan ini. Banyak aplikasi yang dapat membantu untuk keperluan ini, namun saya jatuh cinta pada penggunaan pertama pada aplikasi kecil nan ringan yang bernama WinSCP.

Dengan WinSCP, Fungsional windows dapat di terapkan di mesin Linux. Seperti melakukan editing file conf, membuat folder, meng-copy file dll. Penggunaannya pun sangat mudah, karena WinSCP mengandung keramahan Windows. Bagi yang belum pernah mencicipi WinSCP, munkin bisa di sepadankan dengan aplikasi masa lalu yang begitu terkenal: NortonCommander.

WinSCP dapat di unduh secara gratis di internet.  Jangan khawatir, ukurannya kecil dan ada pilihan yang langsung digunakan tanpa di install terlebih dahulu. Berikut bagaimana menggunakannya:

Buka WinSCP, lalu pilih New untuk mendaftarkan mesin Linux

1.JPG

Isikan nomer IP pada Host Name, User Name dan Password lalu klik SAVE

2.JPG

Akan Muncul Konfirmasi, Klik OK

3.JPG

Muncul Konfirmasi Nama Sesi, klik OK bila tidak ingin mengganti nama sesi tersebut

4.JPG

Dobel klik pada nama sesi yang ingin kita masuki

5.JPG

Nah inilah tampilan WinSCP. Bagian kiri merupakan file di komputer lokal (windows) sedangkan di bagian kanan merupakan isi komputer remote (linux) . Dengan WinSCP, file linux pun dapat di perlakukan semudah di windows, seperti klik-kanan pada file

6.JPG