Outlook Express, Messenger, Movie Maker di Windows 7
Bagi pengguna program bundling Windows98 hingga WindowsXP mungkin sedikit bingung menggunakan Windows7 atau Windows Seven, hal tersebut karena beberapa aplikasi bundling seperti email client Outlook Express, Messenger, Movie Maker dan sebagainya tidak nampak lagi. Kemana mereka berada?
Ternyata Microsoft menerapkan kebijakan yang berbeda di Windows7, yaitu dengan tidak men-default-kan aplikasi tersebut di Windows, melainkan terpisah. Pengguna tetap dapat menggunakannya secara gratis, namun harus mendownload dan menginstallnya secara terpisah, bukan saat install Windows.
Kebijakan ini kemungkinan dipicu oleh upaya hukum beberapa perusahaan bahwa Microsoft melakukan monopoli dengan melakukan bundling beberapa aplikasi di Windows. Dengan tidak disertakannya, maka konsumen Windows dapat memilih aplikasi lain sesuai selera bahkan tetap menggunakan aplikasi buatan Microsoft. Sejauh ini belum saya temukan aplikasi full untuk aplikasi-aplikaksi tersebut, sehingga koneksi internet sangat dibutuhkan saat instalasi. Bagaimana dengan komputer yang tidak terhubung dengan insternet? Kita tunggu saja full packet offline installationnya. Atau ada yang sudah dapat?
Untuk memulai isntalasi online, klik disini lalu ikuti tampilan selanjutnya:









Tampilan mesin linux yang diremote tidak melulu hitam pekat (menggunakan SSH, Telnet) atau tampilan GUI yang sederhana nan ringan. Ternyata komputer Linux juga bisa di remote dan tampilan mesin yang diremote nampak cantik seperti berhadapan langsung dengan komputer secara fisik.
Standard-nya, setelah Install Linux bisa langsung digunakan untuk keperluan office, control, coding dan sebagainya. Namun, Linux belum langsung bisa nyanyi dan menari, sepi. Fedora, salah satu linux yang banyak digunakan juga juga tidak bisa digunakan untuk memutar lagu dan memainkan video atau film, karena linux menganut faham free sedangkan kebanyakan codec (software yang berfungsi sebagai jembatan antara sistem operasi dan file audio/video, sejenis driver) tidak menganut faham free. 


Terdenagra aneh dan menggelikan saat menunggu penerbangan dari Palembang menuju Jakarta di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sang operator yang biasa memandu penumpang untuk mesuk ke pesawat terbang menggunakan tiga bahasa. Bahasa pertama dan kedua yang digunakan nyaris mirip dengan hampir semua bandara di Indonesia, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
richard 8:28 am on November 14, 2009 Permalink |
thx info nya, oh ya lg cari hosting unlimited ya, saya recommend di http://www.atriumhosting.com deh, coba cek milik orang indonesia dan unlimited kayaknya, teman saya ada yg pake lancar katanya