Standard-nya, setelah Install Linux bisa langsung digunakan untuk keperluan office, control, coding dan sebagainya. Namun, Linux belum langsung bisa nyanyi dan menari, sepi. Fedora, salah satu linux yang banyak digunakan juga juga tidak bisa digunakan untuk memutar lagu dan memainkan video atau film, karena linux menganut faham free sedangkan kebanyakan codec (software yang berfungsi sebagai jembatan antara sistem operasi dan file audio/video, sejenis driver) tidak menganut faham free. Keep reading →
June 23, 2009
Menjalankan film dan mp3 di Linux (Fedora)
June 10, 2009
Gubrak!! Facebook ku di disable

My Facebook Disabled
Sedang asyiiknya berfacebook ria untuk mengusir penatnya kerjaan jelang pulang, tiba-tiba facebook minta relogin. Setelah memasukkan password, ternyata yang muncul pesan bahwa account saya di disable. Gubrak deh!!! Keep reading →
June 5, 2009
Chatting Facebook tanpa membuka Facebook
Chatting atau berbincang menggunakan text merupakan kegiatan yang mengasyikkan, bahkan ada beberapa orang lebih leluasa berbicara, berdiskusi memanfaatkan media chatting dibanding dengan langsung bertatap muka. Beberapa pihak penyedia layanan umum pun berlomba memberi fasilitas ngobrol pada situs atau layanannya.
Demikian beragamnya pihak yang menyediakan fasilitas chatting, tidak jarang satu orang mendaftar dilebih dari satu layanan. Hal demikian dipicu oleh kelebihan dan kekurangan yang ada dimasing-masing penyedia layanan. Memiliki beberapa account pada pihak yang berbeda bukan merupakan hal buruk, namun akan menimbulkan kerepotan karena harus membuka aplikasi masing-masing layanan.
Untungnya sekarang sudah ada pidgin, dengan aplikasi pidgin semua layanan dapat dinikmati tanpa membuka masing-masing aplikasi layanan secara terpisah. Lebih menariknya lagi, pidgin merupakan aplikasi gratis dan dapat berjalan nyaris disemua sistem operasi.
June 4, 2009
Memory BYON M31W S/S hilang 1/4GB

BIOS BYON M31W S/S
8 Mei 2008 saya jalan-jalan ke Harco Mangga Dua untuk membeli Leptop. Sebelumnya sudah cari-cari info tetntang spek tinggi namun harga terjangkau. Leptop tersebut merupakan pesanan abang di kampung yang digunakan untuk mengajar SD. Kebetulan Abang tidak maniak merk, jadi bisa ambil merk apa saja yang penting tidak melebihi budget dan memiliki spek yang bagus. Keep reading →
June 4, 2009
2011, Lembaga Pemerintah Sudah Harus Cicipi Open Source
Rekan-rekan yang memiliki kemampuan Open Source dan yang minat Open Source bisa pasang kuda-kuda menyambut pesta open source, meskipun Pemerintah cenderung Omong Doang (OmDo). Ini bisa jadi lahan bisnis, paling tidak menjadi lini penghasilan dengan menjadi teknikal support Linux yang masih langka… Bagi rekan-rekan administrator juga bisa makin intensif curhat kemanajemen perusahaan jika masih pakai bajakan, atau lebih intens lagi cari solusi dengan OpenSource bagi yang bekerja di perusahaan low IT budget atau Perusahaan Pelit
===============
Jakarta – Pemerintah kian memantapkan langkah untuk bermigrasi ke penggunaan software Open Source. Tahun 2011 dijadikan target titik baliknya. Pada saat itu, seluruh institusi pemerintah diharapkan sudah harus be legal, terutama berbasis Open Source.
Demikian dikatakan Kemal Prihatman, Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan TI Ristek dalam jumpa pers yang berlangsung di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (5/6/2009).
Menurutnya, target ini merupakan bagian dari isi surat edaran dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara pada 5 April lalu yang isinya mewajibkan seluruh lembaga pemerintah untuk menggunakan software legal di seluruh jajarannya.
Keep reading →
May 24, 2009
Bandara berbahasa Daerah
Terdenagra aneh dan menggelikan saat menunggu penerbangan dari Palembang menuju Jakarta di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sang operator yang biasa memandu penumpang untuk mesuk ke pesawat terbang menggunakan tiga bahasa. Bahasa pertama dan kedua yang digunakan nyaris mirip dengan hampir semua bandara di Indonesia, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Namun setelah guiding berbahasa Indonesia usai, terdengar kalimat yang cukup untik dan menggelikan dan mungkin juga aneh di telingan orang yang baru singgah di Palembang atau tidak mengerti bahasa palembang. ‘Bagi penumpang kapal terbang lion nomer JT113, diaturi naek kapal terbang liwat lawang duo’ yang artinya ‘Bagi penumpang pesawat Lion nomer penerbangan JT113 dipersilahkan naik kepesawat melalui pintu dua’
Banyak penumpang yang tersenyum, karena terdengar cukup unik dengan dialek bahasa Palembang yang kental. Selain unik dan lumayan lucu, tentu yang demikian sangat baik bagi pariwisata dan mempertahankan budaya daerah. Beberapa penumpang yang baru ke palembang merasa respek dengan konsidi tersebut, ‘bagus dan unik’. Ya, datanglah ke Palembang untuk menikmati keunikannya. Bagaimana dengan bandara didaerah mu?
April 30, 2009
250 fakta unik di dunia
1. Sebelum Masehi bahasa inggrisnya adalah B.C (Before Christ). Setelah Masehi adalah A.D (Anno Domini)
2. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6000buah setiap tahun, dan gigi barunya tumbuh dalam waktu 24 jam
3. Julius Caesar tewas dengan 23 tikaman
4. Nama mobil Nissan berasal dari bahasa jepang Ni : 2 dan San : 3. Nissan : 23
5. Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa air dari pada unta
6. Perut memproduksi lapisan lendir setiap dua minggu agar perut tidak mencerna organnya sendiri.
7. 98% dari perkosaan dan pembunuhan dilakukan oleh keluarga dekat atau teman korban.
8. Semut dapat mengangkat beban 50 kali tubuhnya
9. Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditulis diatas kertas marijuana
10. Titik diatas huruf i disebut ‘title’
11. Sebutir kismis yang dijatuhkan kedalam gelas berisi sampanye segar akan bergerak naik turun dalam gelas
12. Benjamin Franklin anak bungsu dari orangtua bungsu keturunan ke 5 dalam keluarga bungsu.
13. Triskaidekaphobia adalah ketakutan pada 13. Paraskevidekatriaphobia adalah ketekukan pada hari jumat tanggal 13 (bisa terjadi antara 1-3 kali setahun). di Italia, 17 adalah angka sial. di Jepang angka sial adalah 4
14. Lidah jerapah panjangnya sekitar 50 cm
15. Mulut menghasilkan 1 liter ludah setiap hari Keep reading →
April 29, 2009
Istilah Flu Babi Keliru
Paris – Istilah ’swine flu’ atau flu babi untuk menyebut wabah flu mematikan yang tengah melanda dunia, menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE adalah keliru. Sebab virus strain baru ini merupakan gabungan dari virus burung, manusia dan babi.
Ditegaskan OIE, pathogen ini bukan virus manusia klasik namun virus yang mencakup karakteristik komponen virus avian (burung), babi dan manusia.
“Virus tersebut hingga kini tidak terisolasi pada hewan. Karena itu, tidak benar menamakan penyakit ini influenza babi,” demikian pernyataan badan kesehatan hewan yang bermarkas di Paris, Prancis itu seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2009).
Diimbuhkan OIE, ilmu sains nantinya akan menunjukkan apakah virus tersebut beredar di antara hewan ternak dan hasilnya akan menentukan apakah negara-negara telah bertindak benar dengan melarang impor babi.
Keep reading →
April 21, 2009
IT KPU Gagal Total?
Jakarta – Pemerintah saja sudah gatal dengan lambatnya sistem TI Pemilu dalam mengirimkan dan menghitung suara. Bagaimana dengan masyarakat? Mereka pun pasti lebih tak sabar menanti siapa yang akan menjadi wakilnya di
Senayan.
Sampai Selasa (21/4/2009) pagi, pukul 06:00, suara yang masuk ke Tabulasi Nasional KPU tercatat baru di kisaran 13 jutaan suara. Sementara target KPU sendiri, minimal 80 persen dari suara yang mencontreng dapat mereka tampung.
Jumlah DPT pada Pemilu 2009 ini kurang lebih ada sekitar 171 juta, taruhlah ada 40 persen yang golput atau tak dapat kesempatan mencontreng. Dengan kata lain, ada sekitar 101 juta suara yang harusnya ditampung KPU.
Namun sudah dua minggu sejak hari pencontrengan berselang, suara yang masuk ke Tabulasi Nasional Pemilu yang bertempat di Hotel Borobudur nan jauh dari harapan.
Padahal diikutsertakannya IT dalam Pesta Demokrasi lima tahunan ini sejatinya untuk lebih memudahkan dan mempercepat pekerjaan KPU, bukan malah sebaliknya. Alhasil, ketika hal itu terjadi beragam penilaian minor menyerang sistem TI KPU.
Kisruh Sejak Awal
Berbagai masalah yang menyertai TI KPU sebenarnya sudah terjadi sejak awal persiapannya. Tak percaya? Hal itu bisa dibuktikan ketika Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari tiba-tiba ‘memecat’ alias tak lagi mengikutsertakan Ketua dan Sekretaris Tim TI KPU Dr Bambang Edi Leksono dan Hemat Dwi Nuryanto dalam persiapan terakhir.
Hafiz saat itu berkilah, awal mula perselisihan ini akibat KPU punya pandangan lain, sedangkan Ketua TI KPU juga punya pandangan berbeda. Perbedaan yang dimaksud salh satunya terkait penggunaan teknologi Intellegent Charracter Recognition (ICR), yang nantinya akan memegang peran penting dalam rekapitulasi suara.
Tak pelak, kedua orang yang disingkirkan tersebut memiliki asa pesimistis terhadap lembaga yang pernah diperkuatnya tersebut. KPU sendiri, di tengah kejaran deadline hari pencontrengan dan segunung harapan dari masyarakat akhirnya mengambil langkah taktis dengan meminta bantuan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Dengan dalih untuk menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara, BPPT tentu saja menerima ‘todongan’ tersebut. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 25 orang ahli TI dari BPPT diterjunkan untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Mendapati ‘produk yang setengah jadi’, tim BPPT pun mengakui tak memiliki target muluk untuk menyediakan sistem TI pemilu yang wah. Mereka pun mengeluarkan target klise, “kami upayakan semaksimal mungkin”.
Hasilnya, ya ’semaksimal’ yang diupayakan. Situs Tabulasi Nasional yang beralamat di tnp.kpu.go.id di awal kelahirannya sempat down sehingga sulit diakses sampai puncaknya suara yang masuk ke Tabulasi Nasional berjalan bak semut.
Jika sudah begini, seperti biasa, setiap pihak yang ditodong coba mengeles bak jurus Tai Chi. Bahkan ironisnya, tim TI KPU dalam beberapa hari terakhir mendadak ngumpet, sulit sekali dihubungi. Telepon tak diangkat, SMS pun tak dibalas.
Kambing Hitam ICR
Penggunaan teknologi ICR yang pada awalnya menuai kekhawatiran akhirnya benar-benar menjadi biang kesalahan. Seperti diketahui, dengan sistem ini, formulir C1-IT, yakni hasil rekap perolehan suara di TPS yang dibuat khusus dan ditulis tangan, akan dikirim ke kelurahan dan diteruskan ke KPUD Kabupaten/Kota untuk discan.
Hasil scanning yang berbentuk image ini kemudian ditafsirkan ke dalam bentuk angka dan huruf lewat ICR. Hasilnya lantas dikirim ke KPU pusat untuk diproses dan ditayangkan di website khusus sebagai hasil perolehan suara per TPS.
Namun, itu kan harapan di atas kertas. Sementara implementasinya tak semanis itu. Dikatakan praktisi TI dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Dedy Syafwan MT, kerawanan sistem TI KPU justru terletak pada ICR itu sendiri.
Akurasi pemindahan dari gambar ke angka dan huruf belum teruji. Angka 7 di gambar bisa teridentifikasi sebagai angka 1, angka 6 bisa jadi 0, dan sebagainya. Demikian juga huruf dari a hingga z, bisa berubah dari aslinya karena form C1-TI ditulis tangan.
Mengingat adanya potensi kesalahan ini, kata Dedy, perlu proses validasi dan verifikasi atas hasil ICR untuk memastikan kebenaran datanya. Jika tidak, sangat mungkin hasil ICR berbeda dengan data yang tertulis di formulirnya.
“Apalagi jumlah formulirnya mencapai ribuan mengingat jumlah TPS per kabupaten/kota bisa lebih dari 1.000, dan tiap TPS menyetor 8 lembar formulir,” ujarnya.
Gagal Total
Senada dengan Dedy, M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) pun menjatuhkan penilaian serupa.
“Salah satu yang menurut kita merupakan pilihan fatal itu ya pemanfaatan teknologi ICR. Itu menurut saya gagal total. Kemarin 500 daerah menyatakan mereka tidak mampu atau kesulitan memanfaatkan teknologi itu, ada beritanya. Itu artinya, semua KPUD gagal menggunakan solusi tersebut,” seloroh Didin — sapaan akrabnya — kepada detikINET beberapa waktu lalu.
Itu baru dari sisi ICR, belum lagi dilihat dari sisi SDM yang dinilai masih belum cakap dengan teknologi yang digunakan sehingga pekerjaan terhambat, server tak memadai hingga harus meminjam server BPPT dan masih banyak lagi rintangan menghadang.
Didin bahkan berani menilai bahwa kinerja sistem TI KPU pada Pemilu 2009 ini tak lebih dari 25 persen jika dibandingkan dengan Pemilu 2004 lalu.
KPU memang tak bisa disalahkan seutuhnya. Sebab, bagaimanapun juga mereka sudah berusaha dengan keras untuk menciptakan Pesta Demokrasi bagi rakyat Indonesia dengan tertib dan lancar.
Ya, semoga saja pada Pilpres nanti kesalahan-kesalahan yang mencoreng muka KPU ini bisa segera diperbaiki. Jika tidak, hati-hati saja terjatuh di lubang yang sama.
Penulis, Ardhi Suryadhi, adalah jurnalis di detikINET.com. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan pendapat institusi tempatnya bekerja.
April 14, 2009
Network Guest di VMWare ESX hanya 10MB
VMWareESX merupakan OS Virtualisasi yang merajai virtualisasi server kelas besar. Dengan VMWareESX, sebuah mesin server yang besar dapat menjalankan lebih dari satu sistem secara bersamaan seperti menggunakan beberapa server fisik.

vmwaretools
Mengingat banyaknya kelebihan yang dapat dipetik dengan menggunakan Virtualisasi, maka banyak perusahaan mengadopsinya. Selain hemat Listrik, hemat ruang, juga rendah polusi dan dapat melakukan failover sehingga nyaris tanpa downtime alias server selalu ON.
Banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan proses pembagian resource hardware oleh Virtualisasi dan pada praktiknya dibutuhkan tools VMWare agar server mulus berlari. Kapasitas network (NIC) misalnya, secara default akan diberi 10 mega saja, dan aktifitas yang berkaitan dengan jaringan akan terasa lebih lambat. Jika dilihat dari koneksi LAN, akan muncul popup bahwa kapasitas LAN hanya 10 MB, padahal rata-rata mesin server membutuhkan 1GB. Keep reading →






